3 tahun silam aku hidup dalam tulisan-tulisan tulisan tentang kisah hidupku kini aku berusaha untuk kembali. Kembali merajut merangkai kata satu-perasatu hingaga menjadi sebuah cerita tentang hidupku, tentang pemikiran ini. Aku kembali merajut waktuku yang telah hilang untuk ku hidupkan dalam tulisan ini. Aku berusaha hidup kembali dalam tulisan ini, Menulis adalah caraku bertahan hidup, menulis adalah caraku melepaskan penat. Dimalam yang sunyi dengan berjuta inspirasi datang padaku mencoba untuk kuungkapkan dalam tulisan entah berupa pengalaman atau pendapat.
Kini aku berusaha untuk kembali mengisi hari-hariku dengan tulisan ini, mungkin waktuku telah banyak hilang denga sesuatu yang mungkin tak berguna, aku memang menyesal karena aku tak mengabadikannya dengan tulisan-tulisan ini.
Tulisan ini akan menjadi bekalku bila kelak ingatan ini sudah mulai pudar, tulisan ini akan menjadi bekalku untukku ceritakan dengan anakku kelak. Kapan itu tiada yang tau???
Aku merindukan diriku yang hidup dalam menulis, aku merindukan waktukku yang kuhabiskan didepan laptop dengan menulis, aku merindukan kisahku inspirasiku yang coba kutulis dalam rangkaian kata hingga membentuk cerita dan aku merindukan waktuku yang kuhabiskan dengan membaca sehingga menambah kosakataku dalam menulis. Aku rindu itu tapi aku juga menyesalkan kisahkau yang hilang karena tak aku abadikan dalam tulisan, aku menyesalkan waktu yang terbuang sia-sia dengan berkhayal hingga aku tak bisa membedakan mana kenyataan dan mana khayalan. Khayalan yang membutakanku tentang kenikmatan hidup ini, khayalan juga kadang membuatku rendah bahkan membuat diri ini meremehkan arti perjuangan dalam kehidupan, khayalan yang membuatku tak menghargai proses hingga kusulit untuk menerima kenyataan hidup. Hidupku seharusnya tak begitu yah aku salah yang telarut dalam khayalan bodohnya diri ini yang tidak memakai waktuku berkarya.
Kini saatnya aku berkarya bukan untuk materi, bukan untuk prestasi tapi kini saatnya berkarya dengan hati. Mulai turun ambisi dan lakukan semua dengan hati karena ambisi ini yang akan menghancurkan walalupun sebenarnya aku tlah hancur karena ambisi ini Allah sering menegurku berulang kali karena ambisiku hingga membuatku terlalu sombong tapi lagi dan lagi diri ini terlalu bodoh untuk menyadarinya. Yah walaupun aku terlambat tapi aku masih punya waktu mulai ini aku harus berubah, harus mulai menata hidup, meluruskan niat dan istiqomah tetap berada pada jalan allah swt.
Ya Allah ridhoi lah hamba Mu ini untuk menata hidup hamba kembali kejalan Mu ya lurus jalan yang Engkau ridhoi.
Ingat semua hanya karena Allah
Selamat datang kehidupanku yang baru
Bissmilahirohmanirohim
Tidak ada komentar:
Posting Komentar