Malam yang sunyi merupaka saat-saat terindah untuk menjemput inspirasi laykanya yang aku lakukan dimalam hari ini sambil ditemani suara merdu printer.
Masih dalam proses pemberkasan skripsiku yang tak jua kelar-kelar. Ketika ada semangat untuk segera menuntaskan skripsi ini namun semua itu jadi turun ketika aku harus berfikir mau kemana aku stelah lulus nanti. Harapn untuk bisa nglanjutin ke S2 semakin memudar saja apalagi kalau bukan karena biaya.
Rasanya air mata ini tak terbendung ingin keluar dari tempat persembunyiannya ketika aku melihat profil kakak tingkatku yang diberi kesempatan buat nglanjutin S2. Ya Allah aku ingin sekali mendapatkan kesempatan itu tapi lagi dan lagi bayangan aka ekonomi untuk bisa nglanjutin kesana itu semakin memduarkan keinginan ini. Bagaimana bisa aku nglanjutin S2 jika aku tak punya modal uang untuk kesana. Harapan untuk bisa dapet beasiswa itu semakin memudar karena semua persyaratan harus ada hasil tes toefl. Sedangkan untuk tes toefl itu juga perlu biaya yang tak sedikit.
Keinginan kuliah S2 semakin hari semakin memudar hal ini juga membuat aku semakin malas dan enggan menyelesaikan skripsi ini, karena aku takut dan bingung akan dibawa kemana aku setelah aku lulus. Mungkinkah aku bisa buat melanjutkan S2, Mungkinkah harapan ini masih pantas untuk bertahan dalam benak ini.
Ya Allah bukan maksut hati untuk aku tidak percaya dan yakin akan pertolonganmu tapi aku juga tak ingin sakit hati yang terlalu dalam ketika aku melihat kenyataan yang tak sesuai dengan harapan ini.
Entah mengapa aku jadi tak semangat bersekolah agy,,, entah kenapa tujuan hidup ini semakin hambar.
Aku jadi bingung mau aku bawa kemana kehidupanku??
Apa tujuan hidupku???
Ya Allah semangat kehidupan ini tlah menurun aku tak mengerti kenapa aku jadi begini??
Tanpa arah, tanpa tujuan yang jelas, aku bagaikan air saja yang mengikuti alirannya entah aliran itu mau dibawa kemana ke muara jernih atau muara tercermar putus asa ya putus asa mulai mengglayuti hati ini.
Senin, 11 Agustus 2014
Minggu, 10 Agustus 2014
Kamis, 07 Agustus 2014
Aku kembali
3 tahun silam aku hidup dalam tulisan-tulisan tulisan tentang kisah hidupku kini aku berusaha untuk kembali. Kembali merajut merangkai kata satu-perasatu hingaga menjadi sebuah cerita tentang hidupku, tentang pemikiran ini. Aku kembali merajut waktuku yang telah hilang untuk ku hidupkan dalam tulisan ini. Aku berusaha hidup kembali dalam tulisan ini, Menulis adalah caraku bertahan hidup, menulis adalah caraku melepaskan penat. Dimalam yang sunyi dengan berjuta inspirasi datang padaku mencoba untuk kuungkapkan dalam tulisan entah berupa pengalaman atau pendapat.
Kini aku berusaha untuk kembali mengisi hari-hariku dengan tulisan ini, mungkin waktuku telah banyak hilang denga sesuatu yang mungkin tak berguna, aku memang menyesal karena aku tak mengabadikannya dengan tulisan-tulisan ini.
Tulisan ini akan menjadi bekalku bila kelak ingatan ini sudah mulai pudar, tulisan ini akan menjadi bekalku untukku ceritakan dengan anakku kelak. Kapan itu tiada yang tau???
Aku merindukan diriku yang hidup dalam menulis, aku merindukan waktukku yang kuhabiskan didepan laptop dengan menulis, aku merindukan kisahku inspirasiku yang coba kutulis dalam rangkaian kata hingga membentuk cerita dan aku merindukan waktuku yang kuhabiskan dengan membaca sehingga menambah kosakataku dalam menulis. Aku rindu itu tapi aku juga menyesalkan kisahkau yang hilang karena tak aku abadikan dalam tulisan, aku menyesalkan waktu yang terbuang sia-sia dengan berkhayal hingga aku tak bisa membedakan mana kenyataan dan mana khayalan. Khayalan yang membutakanku tentang kenikmatan hidup ini, khayalan juga kadang membuatku rendah bahkan membuat diri ini meremehkan arti perjuangan dalam kehidupan, khayalan yang membuatku tak menghargai proses hingga kusulit untuk menerima kenyataan hidup. Hidupku seharusnya tak begitu yah aku salah yang telarut dalam khayalan bodohnya diri ini yang tidak memakai waktuku berkarya.
Kini saatnya aku berkarya bukan untuk materi, bukan untuk prestasi tapi kini saatnya berkarya dengan hati. Mulai turun ambisi dan lakukan semua dengan hati karena ambisi ini yang akan menghancurkan walalupun sebenarnya aku tlah hancur karena ambisi ini Allah sering menegurku berulang kali karena ambisiku hingga membuatku terlalu sombong tapi lagi dan lagi diri ini terlalu bodoh untuk menyadarinya. Yah walaupun aku terlambat tapi aku masih punya waktu mulai ini aku harus berubah, harus mulai menata hidup, meluruskan niat dan istiqomah tetap berada pada jalan allah swt.
Ya Allah ridhoi lah hamba Mu ini untuk menata hidup hamba kembali kejalan Mu ya lurus jalan yang Engkau ridhoi.
Ingat semua hanya karena Allah
Selamat datang kehidupanku yang baru
Bissmilahirohmanirohim
Kini aku berusaha untuk kembali mengisi hari-hariku dengan tulisan ini, mungkin waktuku telah banyak hilang denga sesuatu yang mungkin tak berguna, aku memang menyesal karena aku tak mengabadikannya dengan tulisan-tulisan ini.
Tulisan ini akan menjadi bekalku bila kelak ingatan ini sudah mulai pudar, tulisan ini akan menjadi bekalku untukku ceritakan dengan anakku kelak. Kapan itu tiada yang tau???
Aku merindukan diriku yang hidup dalam menulis, aku merindukan waktukku yang kuhabiskan didepan laptop dengan menulis, aku merindukan kisahku inspirasiku yang coba kutulis dalam rangkaian kata hingga membentuk cerita dan aku merindukan waktuku yang kuhabiskan dengan membaca sehingga menambah kosakataku dalam menulis. Aku rindu itu tapi aku juga menyesalkan kisahkau yang hilang karena tak aku abadikan dalam tulisan, aku menyesalkan waktu yang terbuang sia-sia dengan berkhayal hingga aku tak bisa membedakan mana kenyataan dan mana khayalan. Khayalan yang membutakanku tentang kenikmatan hidup ini, khayalan juga kadang membuatku rendah bahkan membuat diri ini meremehkan arti perjuangan dalam kehidupan, khayalan yang membuatku tak menghargai proses hingga kusulit untuk menerima kenyataan hidup. Hidupku seharusnya tak begitu yah aku salah yang telarut dalam khayalan bodohnya diri ini yang tidak memakai waktuku berkarya.
Kini saatnya aku berkarya bukan untuk materi, bukan untuk prestasi tapi kini saatnya berkarya dengan hati. Mulai turun ambisi dan lakukan semua dengan hati karena ambisi ini yang akan menghancurkan walalupun sebenarnya aku tlah hancur karena ambisi ini Allah sering menegurku berulang kali karena ambisiku hingga membuatku terlalu sombong tapi lagi dan lagi diri ini terlalu bodoh untuk menyadarinya. Yah walaupun aku terlambat tapi aku masih punya waktu mulai ini aku harus berubah, harus mulai menata hidup, meluruskan niat dan istiqomah tetap berada pada jalan allah swt.
Ya Allah ridhoi lah hamba Mu ini untuk menata hidup hamba kembali kejalan Mu ya lurus jalan yang Engkau ridhoi.
Ingat semua hanya karena Allah
Selamat datang kehidupanku yang baru
Bissmilahirohmanirohim
antara kehidupan dengan uang
Apa yang kita cari dalam kehidupan ini????
uang, kesehatan, kebahagiaan, pangkat, keimanan, kasih sayang, atau cinta?????
hem banyak yang berlomba-lomba mengejar pangkat demi mendapatkan kehormatan dan penghargaan segala car ditempuh untuk mendapatkan sebuah title entah haram atau halal???
Kebahagian tanpa uang tiada artinya karena kebahagiaan dapat dibentuk dengan adanya uang???
kesejahteraan dan kasih sayang tak akan terbentuk apabila rasa iri dan kesenjangan sosial masih merajalela dan bergeliyut dihati.
Entah mengapa dunia ini terasa semakin kejam???
perselisihan, persaingan, dan dendam semakin membuat hancurnya dunia ini
Dunia oh dunia
Keberadaanmu semakin membuat semu arti dari kehidupan ini.
Dimana kenyamanan itu?
Dimana kebahagiaan itu?
Dimanan kasih sayang itu??
Semakin menhilang satu-persatu.
Semuanya senantiasa berlandaskan dengan uang.
Ingin dihormati cari aja uang yang banyak
Ingin pangkat tinggi miliki aja uang yang banyak buat beli ijasah dan menyogok para oknum untuk menaikkan pangkat kita.
Ingin kebahagiaan punya uang banyak maka kamu bisa memiliki segalanya.
Lalu dimana arti kekeluargaan, kasih sayang yang tulus dan cinta sejati bila semua berlandaskan dengan uang.
Uang, uang dan uang
Orang-orang berlalu-lalang untuk mencari uang lupa waktu, lupa keluarga dan lupa kesehatan hanya untuk uang.
Segitu berartikah uang dimuka bumi ini.
Jauhnya saudara karena uang, jauhnya cinta karena uang, jauhnya kebahagiaan karena uang.
Uang kenapa kamu harus menjadi patokan dalam kehidupan ini??
Apa keimanan juga harus berlandaskan dengan uang???
Ingin pinter punya ilmu yang tinggi ujung-ujungnya juga uang, kadang aku berfikir seandainya didunia ini tidak diciptakan uang, semua kekayaan yang sama mungkin tak kan ada iri hati, mungkin kasih sayang lebih tercipta mungkin kekeluargaan lebih terjalin dan kesejahteraan akan dimiliki.
Tapi itu mustahil, manusia diciptakan didunia untuk diuji dengan berbagai cobaan kehidupan.
Sejatinya uang adalah salah satu media cobaan kehidupan kita didunia ini, kita terlalu bodoh untuk berpatokan dengan nominal uang, kita terlalu diberdayakan dengan uang, dan kita bisa menjadi budaknya uang itu. Anda saja uang itu adalah manusia kita bagaikan robot dalam suata game dan uang itu adalah pemainnya kita akan diombang-ambingkan oleh uang kita akan dipermainkan dengan uang kadang kita mendapatkan uang yang banyak tapi uang merasa bosan dengan keberdaan dirinya bersama kita sehingga dia mencoba untuk bermain dengan robot yang lainnya oh uang dirimua bak raja yang bertahta didunia ini tapi hanya berlaku pada manusia-manusia robot itu tak berlaku manusia yang seutuhnya manusia yang masih punya akal, manusia yang masih punya iman dalam hatinya itu manusia yang sejatinya.
uang, kesehatan, kebahagiaan, pangkat, keimanan, kasih sayang, atau cinta?????
hem banyak yang berlomba-lomba mengejar pangkat demi mendapatkan kehormatan dan penghargaan segala car ditempuh untuk mendapatkan sebuah title entah haram atau halal???
Kebahagian tanpa uang tiada artinya karena kebahagiaan dapat dibentuk dengan adanya uang???
kesejahteraan dan kasih sayang tak akan terbentuk apabila rasa iri dan kesenjangan sosial masih merajalela dan bergeliyut dihati.
Entah mengapa dunia ini terasa semakin kejam???
perselisihan, persaingan, dan dendam semakin membuat hancurnya dunia ini
Dunia oh dunia
Keberadaanmu semakin membuat semu arti dari kehidupan ini.
Dimana kenyamanan itu?
Dimana kebahagiaan itu?
Dimanan kasih sayang itu??
Semakin menhilang satu-persatu.
Semuanya senantiasa berlandaskan dengan uang.
Ingin dihormati cari aja uang yang banyak
Ingin pangkat tinggi miliki aja uang yang banyak buat beli ijasah dan menyogok para oknum untuk menaikkan pangkat kita.
Ingin kebahagiaan punya uang banyak maka kamu bisa memiliki segalanya.
Lalu dimana arti kekeluargaan, kasih sayang yang tulus dan cinta sejati bila semua berlandaskan dengan uang.
Uang, uang dan uang
Orang-orang berlalu-lalang untuk mencari uang lupa waktu, lupa keluarga dan lupa kesehatan hanya untuk uang.
Segitu berartikah uang dimuka bumi ini.
Jauhnya saudara karena uang, jauhnya cinta karena uang, jauhnya kebahagiaan karena uang.
Uang kenapa kamu harus menjadi patokan dalam kehidupan ini??
Apa keimanan juga harus berlandaskan dengan uang???
Ingin pinter punya ilmu yang tinggi ujung-ujungnya juga uang, kadang aku berfikir seandainya didunia ini tidak diciptakan uang, semua kekayaan yang sama mungkin tak kan ada iri hati, mungkin kasih sayang lebih tercipta mungkin kekeluargaan lebih terjalin dan kesejahteraan akan dimiliki.
Tapi itu mustahil, manusia diciptakan didunia untuk diuji dengan berbagai cobaan kehidupan.
Sejatinya uang adalah salah satu media cobaan kehidupan kita didunia ini, kita terlalu bodoh untuk berpatokan dengan nominal uang, kita terlalu diberdayakan dengan uang, dan kita bisa menjadi budaknya uang itu. Anda saja uang itu adalah manusia kita bagaikan robot dalam suata game dan uang itu adalah pemainnya kita akan diombang-ambingkan oleh uang kita akan dipermainkan dengan uang kadang kita mendapatkan uang yang banyak tapi uang merasa bosan dengan keberdaan dirinya bersama kita sehingga dia mencoba untuk bermain dengan robot yang lainnya oh uang dirimua bak raja yang bertahta didunia ini tapi hanya berlaku pada manusia-manusia robot itu tak berlaku manusia yang seutuhnya manusia yang masih punya akal, manusia yang masih punya iman dalam hatinya itu manusia yang sejatinya.
Langganan:
Komentar (Atom)